Buku-buku penuntun sukses dan pembentukan kepribadian saat ini, isinya seringkali mengagumkan. saat mambacanya, seringkali saya berdecak kagum akan kebenaran teori tersebut. pada saat itu dari dalam hati muncul bahwa saya akan mampu memperaktikan teori pada buku tersebut. saya memang berhasil memahami tentang arti berfikir positif,proaktif,orientasi pada tujuan, empati,komitmen, tetapi setelah beberapa bulan, sudah lupa untuk mempraktikan konsep pada buku tersebut, dan kembali lagi pada kebiasaan lama. Tidak ada internalisai karakter.
Melatih kebiasaan kognitif umumnya lebih mudah dibanding melatih kecerdasan emosi. Melatih orang untuk mengoprasikan komputer,menghitung,menghafal daftar dan sederetan angka,melatih kepiawaian bermain guitar adalah salah satu contoh kebiasaan kognitif yang berasal dari otak kiri. Tetapi pelatihan yang membuat orang menjadi konsisten;memiliki komitmen ;berintegritas tinggi;berpikir terbuka bersikap jujur;memiliki prinsip;mempunyai visi;memiliki kepercayaan diri;bersikap adil;bijaksana atau kreatif, adalah contoh kecerdasan emosi yang seharusnya juga dilatih dan dibentuk,tidak cukup hanya berupa pelatihan kognitif seperti yang diperoleh disekolah selama ini. pelajaran bpk budi setiawan mungkin akan lebih cepat saya terima dengan baik andai 10 menit terlebih dahulu memberi motivasi-motivasi untuk anak muridnya ( hehe saran doang pak!! )
Banyak contoh disekitar kita membuktikan orang yang memiliki kecerdasan otak saja (IQ),memilik gelar tinggi,belum tentu sukses berkiprah didunia pekerjaan. seringkali justru yang berpendidikan formal lebih rendah, banyak yang ternyata mampu lebih berhasil. kebanyakan program pendidikan hanya berpusat kepada kecerdasan akal (IQ), padahal diperlukan pula bagaiman mengembangkan kecerdasan emosi seperti: ketangguhan,inisiatif,optimisme,kemampuan beradaptasi. Saat ini begitu banyak orang berpendidikan yang tampak begitu menjanjikan,mengalami kemandekan dalam kariernya. Lebih buruk lagi,mereka tersingkir akibar rendahnya kecerdasan emosi.
sekarang kita tahu bahwa kemampuan akademik,nilai rapor,predikat kelulusan pendidikan tinggi tidak bisa menjadi tolak ukur seberapa baik kinerja sesorang dalam pekerjaannya atau seberapa tinggi sukses yang mampu dicapai (grrrrrrrr kesal sama pembimbing saya di kantor pos terlalu mendewa-dewakan orang yang berpendidikan tinggi seharusnya dia lihat ini)
Menurut makalh McCleand tahun 1973 berjudul "testing for Competense Rather than Intelligence" dijelaskan tentang seperangkat kecakapan khusus seperti: empati;disiplin diri; dan inisiatf akan membedakan antar mereka yang sukses sebagai bintang kineraja dengan hanya sebatas bertahan dilapangan kerja.
saat ini perusaahan-perusahaan raksasa dunia telah banyak menyadari hal ini. Mereka menyimpulkan bahwa inti kemampuan pribadi dan sosial yang merupakan kunci utama keberhasilan seseorang adalah kecerdasan emosi.
Sabtu, 06 Februari 2010
prinsip membebaskan belenggu Hati
Disini kita Belajar dari kisah orang terdahulu seorang sahabat rasulullah berkulit hitam. yang bernama bilal yang ditindih batu besar di tengah padang pasir panas?Ia dipaksa untuk meninggalkan agamanya, namun ketetapan hatilah yang mampu membuatnya bertahan dan hanya berucap: "Ahad...ahad...ahad." para quraisy itu takkan pernah bisa merampas kemerdekaan hati bilal, meski bilal adalah budak yang tak merdeka secara fisik. Namun bilal bebas memilih prinsipnya, mempertahankan keyakinannya, apapun resiko yang akan dihadapi. Bilal mampu memisahkan 'fisik' (tubuh) yang terbatas dan terbelenggu, dengan hati yang bebas merdeka. Batu besar itu memang berhasil menghimpit tubuhnya, namun batu tersebut tidak mampu menekan jiwa yang bebas merdeka. Bahkan Bilal tidak pernah mengijinkan pikirannya sendiri merasa tertekan. Bilal adalah raja atas pikiran dan hatinya sendiri. Ia telah menguasai batinnya. ia mampu keluar dari dirinya, melihat jasadnya, melihat jasadnya sendiri yang dihimpit batu. merdeka dari keberpihakan duniawi, sang pencipta yang menjadi prinsipnya dan kekuatannya.
Sabtu, 09 Januari 2010
TIPS BERMAIN MELODI
Banyak hal yang bisa kita lakukan dengan gitar, dari kita bisa bermain solo sampai grup atau duet.
Di dalam permainan gitar banyak variasi-variasi permainan, salah satunya adalah memainkan melodi. Memainkan melodi ini belum semua orang bisa dengan lancar, termasuk saya sendiri.
Mari kita belajar bersama bagaimana sih agar kita dapat memainkan melodi denan gitar.
Ini ada beberapa tips dan trik yang cukup mudah untuk dipraktekan, antara lain:
1. Yang pertama kalian harus belajar banyak dari orang lain yang kemampuannya di atas kalian, dengan cara observatif dan mempraktikannya dirumah dengan intensif atau bisa ikut kursus gitar.
2. Banyaklah sharing dengan orang-orang yang berwawasan luas tentang musik khususnya gitar, dan minta tolong kepada dia supaya mau mengajarkannya kepada anda;
3. Untuk para otodidak TERMASUK SAYA banyaklah beli-beli buku tentang musik, kalau saya boleh saran beli buku yang mengulas tentang scale dan arpegio pelajarilah dengan dinamis, serta intensif sampai kamu benar-benar hafal dan menguasainya;
4. Kamu-kamu juga harus sering dengerin musik yang banyak instrumennya kayak Dream theater, Paul gilbert, Joe Satriani, Steve Vai. Kalau perlu ulik tuh lagu, itu juga melatih feeling kamu supaya kamu lebih bisa berimprovisasi dengan baik;
5. Latihan minimal 3-4 jam/hari, latih terus jari-jemari kamu hingga keempat jarimu harmonis;
6. Senam jari (kursus gitar) harus sering dilakukan, biar jari-jari kamu tidak kaku, lakukan setiap pagi selama 30 menit saja;
7. Yang paling penting kamu harus bisa menguasai picking dan sweeping, karena teknik ini merupakan yang paling penting dari suatu melody, kalau kamu sudah lancar kedua teknik ini, kesananya bakalan lebih gampang. Soalnya saya juga belum sepenuhnya menguasai.
8. Pilihlah pick yang tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis, supaya picking yang kamu hasilkan bisa lebih bersih;
9. Coba anda bikin lagu sendiri dengan membuat instrumennya lebih berbobot, supaya daya improvisasi, feeling, dan inspirasi anda meningkat.
Di dalam permainan gitar banyak variasi-variasi permainan, salah satunya adalah memainkan melodi. Memainkan melodi ini belum semua orang bisa dengan lancar, termasuk saya sendiri.
Mari kita belajar bersama bagaimana sih agar kita dapat memainkan melodi denan gitar.
Ini ada beberapa tips dan trik yang cukup mudah untuk dipraktekan, antara lain:
1. Yang pertama kalian harus belajar banyak dari orang lain yang kemampuannya di atas kalian, dengan cara observatif dan mempraktikannya dirumah dengan intensif atau bisa ikut kursus gitar.
2. Banyaklah sharing dengan orang-orang yang berwawasan luas tentang musik khususnya gitar, dan minta tolong kepada dia supaya mau mengajarkannya kepada anda;
3. Untuk para otodidak TERMASUK SAYA banyaklah beli-beli buku tentang musik, kalau saya boleh saran beli buku yang mengulas tentang scale dan arpegio pelajarilah dengan dinamis, serta intensif sampai kamu benar-benar hafal dan menguasainya;
4. Kamu-kamu juga harus sering dengerin musik yang banyak instrumennya kayak Dream theater, Paul gilbert, Joe Satriani, Steve Vai. Kalau perlu ulik tuh lagu, itu juga melatih feeling kamu supaya kamu lebih bisa berimprovisasi dengan baik;
5. Latihan minimal 3-4 jam/hari, latih terus jari-jemari kamu hingga keempat jarimu harmonis;
6. Senam jari (kursus gitar) harus sering dilakukan, biar jari-jari kamu tidak kaku, lakukan setiap pagi selama 30 menit saja;
7. Yang paling penting kamu harus bisa menguasai picking dan sweeping, karena teknik ini merupakan yang paling penting dari suatu melody, kalau kamu sudah lancar kedua teknik ini, kesananya bakalan lebih gampang. Soalnya saya juga belum sepenuhnya menguasai.
8. Pilihlah pick yang tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis, supaya picking yang kamu hasilkan bisa lebih bersih;
9. Coba anda bikin lagu sendiri dengan membuat instrumennya lebih berbobot, supaya daya improvisasi, feeling, dan inspirasi anda meningkat.
Kamis, 31 Desember 2009
BERSEKOLAH DENGAN MOTIF YANG SALAH
Seorang ibu berkata kepada anaknya, “Nak, kalau sudah besar kamu harus jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) biar hidupmu tidak susah. Jangan meniru bapak dan ibumu yang tiap hari harus jualan sayur di pasar. Biar bapak dan ibu saja yang bodoh dan susah cari uang. Lihat tetangga kita itu yang sekolahnya tinggi, hidupnya enak. Kamu harus mencontoh dia”. Sementara di lain pihak, seorang ibu berkata, “Buat apa sekolah tinggi-tinggi. Dokter sudah ada, menteri sudah ada , presiden cuma satu. Mending uang sekolahmu dibelikan sapi biar beranak pinak, lebih jelas hasilnya daripada harus dibayarkan untuk sekolah. Coba lihat si Joko, sekolah jauh-jauh tapi setelah selesai nganggur, akhirnya sekarang jadi sopir angkot”.
Sadar atau tidak, di masyarakat opini yang terbangun mengenai dunia pendidikan (sekolah) seperti yang diilustrasikan di atas. Masyarakat menilai bahwa salah satu alat keberhasilan seorang yang bersekolah adalah sejauh mana dia mampu membawa dirinya pada status sosial yang tinggi di masyarakat. Indikasinya adalah apakah seseorang itu bekerja dengan berpenampilan elegan (berdasi, pakai sepatu mengkilap, dan membawa tas kantor) atau tidak. Dan apakah seorang tersebut bisa kaya dengan pekerjaanya? Kalau seseorang yang telah menempuh jenjang pendidikan (SLTA, D1, D2, D3, S1, S2, S3) lulus dan setelah itu menjadi pengangguran, maka dia telah gagal sekolah. Hal semacam inilah yang sering ditemui di masyarakat.
Hal inipun merupakan salah satu faktor yang menyebabkan tingkat pengangguran kaum terdidik setiap tahunnya bertambah sebab kesalahan motif sekolah sebagai akibat dari perilaku sekolah yang kapitalistik. Akhirnya banyak melahirkan kaum terdidik yang bermentalitas “Gengsi gede-gedean”.Beberapa hal di atas setidaknya menjadi renungan bagi dunia pendidikan kita, bahwa pendidikan bukanlah sesederhana dengan hanya mengumpulkan orang-orang lantas diceramahi,setelah itu pulang ke rumah mengerjakan tugas, besoknya ke sekolah lagi sampai kelulusan dicapainya atau diibaratkan sekolah berbasis jalan tol
Oleh sebab itu sudah saatnya dunia pendidikan kita mereformasi diri secara serius khususnya bagaimana pembelajaran di sekolah itu bisa dijalankan melalui prinsip penyadaran. Sehingga melalui kekuatan kesadaran, seseorang akan dapat menganalisis, menggantikan bahkan menyimpulkan bahwa persoalan kemiskinan, pengangguran dan lainnya merupakan persoalan sistem, bukan karena persoalan jenjang sekolah. Inilah yang seharusnya menjadi muatan penting untuk diinternalisasikan di setiap diri siswa.
Selain itu, megembalikan kepercayaan masyarakat, bahwa sekolah tidak sekedar tahapan untuk bekerja kantoran seharusnya menjadi salah satu agenda dunia pendidikan yang harus segera dilakukan. Sehingga masyarakatpun bisa memahami secara holistik untuk apa pendidikan itu dilahirkan.
Sadar atau tidak, di masyarakat opini yang terbangun mengenai dunia pendidikan (sekolah) seperti yang diilustrasikan di atas. Masyarakat menilai bahwa salah satu alat keberhasilan seorang yang bersekolah adalah sejauh mana dia mampu membawa dirinya pada status sosial yang tinggi di masyarakat. Indikasinya adalah apakah seseorang itu bekerja dengan berpenampilan elegan (berdasi, pakai sepatu mengkilap, dan membawa tas kantor) atau tidak. Dan apakah seorang tersebut bisa kaya dengan pekerjaanya? Kalau seseorang yang telah menempuh jenjang pendidikan (SLTA, D1, D2, D3, S1, S2, S3) lulus dan setelah itu menjadi pengangguran, maka dia telah gagal sekolah. Hal semacam inilah yang sering ditemui di masyarakat.
Hal inipun merupakan salah satu faktor yang menyebabkan tingkat pengangguran kaum terdidik setiap tahunnya bertambah sebab kesalahan motif sekolah sebagai akibat dari perilaku sekolah yang kapitalistik. Akhirnya banyak melahirkan kaum terdidik yang bermentalitas “Gengsi gede-gedean”.Beberapa hal di atas setidaknya menjadi renungan bagi dunia pendidikan kita, bahwa pendidikan bukanlah sesederhana dengan hanya mengumpulkan orang-orang lantas diceramahi,setelah itu pulang ke rumah mengerjakan tugas, besoknya ke sekolah lagi sampai kelulusan dicapainya atau diibaratkan sekolah berbasis jalan tol
Oleh sebab itu sudah saatnya dunia pendidikan kita mereformasi diri secara serius khususnya bagaimana pembelajaran di sekolah itu bisa dijalankan melalui prinsip penyadaran. Sehingga melalui kekuatan kesadaran, seseorang akan dapat menganalisis, menggantikan bahkan menyimpulkan bahwa persoalan kemiskinan, pengangguran dan lainnya merupakan persoalan sistem, bukan karena persoalan jenjang sekolah. Inilah yang seharusnya menjadi muatan penting untuk diinternalisasikan di setiap diri siswa.
Selain itu, megembalikan kepercayaan masyarakat, bahwa sekolah tidak sekedar tahapan untuk bekerja kantoran seharusnya menjadi salah satu agenda dunia pendidikan yang harus segera dilakukan. Sehingga masyarakatpun bisa memahami secara holistik untuk apa pendidikan itu dilahirkan.
SUKSES DUNIA AKHIRAT
1. Berilah tujuan hidup atau rencana
contoh : abis lulus saya ingin kuliah kemana yah kejurusan apa yang sesuai dengan cita-cita saya,
Note : Tidak adanya tujuan hidup yang jelas membuat kita tidak mempunyai semangat dan motivasi.
2. sabar
memang yang satu ini sangat sulit sayapun merasakannya tapi setidaknya kita harus berusaha.
Note : - Hai orang-orang yang beriman,mintalah pertolongan kepada allah dengan sabar dan shalat sesungguhnya allah beserta orang-orang yang sabar (surat al-baqarah ayat-153)
- Dan sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu,dengan sedikit ketakutan,kelaparan,kekurangan harta,jiwa dan buah-buahan.Dan berikanlah berita gembira bagi orang-orang yang sabar (surat al-baqrah ayat-155)
from bpk.budi setiawan
contoh : abis lulus saya ingin kuliah kemana yah kejurusan apa yang sesuai dengan cita-cita saya,
Note : Tidak adanya tujuan hidup yang jelas membuat kita tidak mempunyai semangat dan motivasi.
2. sabar
memang yang satu ini sangat sulit sayapun merasakannya tapi setidaknya kita harus berusaha.
Note : - Hai orang-orang yang beriman,mintalah pertolongan kepada allah dengan sabar dan shalat sesungguhnya allah beserta orang-orang yang sabar (surat al-baqarah ayat-153)
- Dan sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu,dengan sedikit ketakutan,kelaparan,kekurangan harta,jiwa dan buah-buahan.Dan berikanlah berita gembira bagi orang-orang yang sabar (surat al-baqrah ayat-155)
from bpk.budi setiawan
Sabtu, 26 Desember 2009
MEMAKSIMALKAN KERJA OTAK
kebiasaan orang jepang
Albert Einstein, salah satu ilmuwan paling terkenal mengajarkan kita teori relativitas dan beberapa nasehat penting, salah satunya “Jadikan segala sesuatu semudah mungkin”. Otak anda tidak akan bekerja maksimal jika dipenuhi dengan hal-hal yang rumit. Jalan terbaik adalah menata pikiran anda untuk meringankan beban anda.
Maksimalkan waktu anda dengan sedikit perubahan pada diri anda. Jangan pernah menunda-nunda pekerjaan. Jika anda punya waktu luang sekarang, maka kerjakan apa yang bisa meringankan waktu anda nanti. Buat jadwal harian dan prioritas jangka panjang.
Jika memungkinkan cobalah untuk melakukan pekerjaan secara bersamaan. Contoh orang Jepang, ketika mengantri di loket selalu membawa buku untuk dibaca. Bagi mereka waktu sangat penting untuk dibuang percuma, meskipun hanya 5 menit untuk mengantri tiket.
Albert Einstein, salah satu ilmuwan paling terkenal mengajarkan kita teori relativitas dan beberapa nasehat penting, salah satunya “Jadikan segala sesuatu semudah mungkin”. Otak anda tidak akan bekerja maksimal jika dipenuhi dengan hal-hal yang rumit. Jalan terbaik adalah menata pikiran anda untuk meringankan beban anda.
Maksimalkan waktu anda dengan sedikit perubahan pada diri anda. Jangan pernah menunda-nunda pekerjaan. Jika anda punya waktu luang sekarang, maka kerjakan apa yang bisa meringankan waktu anda nanti. Buat jadwal harian dan prioritas jangka panjang.
Jika memungkinkan cobalah untuk melakukan pekerjaan secara bersamaan. Contoh orang Jepang, ketika mengantri di loket selalu membawa buku untuk dibaca. Bagi mereka waktu sangat penting untuk dibuang percuma, meskipun hanya 5 menit untuk mengantri tiket.
Rabu, 23 Desember 2009
CERITA JEPANG part1

Agustus 1945, jepang mengalami kehancuran total setelah dua kota besarnya, hirosima dan nagasaki dibom atom oleh tentara sekutu (amerika). negara itu kehilangan 1.850.000 jiwa, 40% daerah urban hancur dan sekitar 2.252.000 bangunan rata dengan tanah.belum lagi dususul dengan kalah perangnya jepang,dan ditambah dengan adanya gempa bumi besar di tokyo. ternyata jepang tidak habis,walaupun banyak pihak yang meyakini peristiwa itu sebagai akhir dari kejayaan jepang namun dengan komitmennya dalam beberapa tahun berikutnya jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan juga kereta cepat (shinkansen), coba bayangkan area daratan di jepang sangat terbatas 80% wilayahnya adalah pegunungan dan tidak ada tempat untuk lahan pertanian ataupun peternakan, namun jepang menjadi salah satu raksasa ekonomi terbesar didunia. STILL continues,,,,,,,
Langganan:
Postingan (Atom)
